LIPUTAN SUKSES BUDIDAYA PEPAYA m.timesindonesia.co.id, DI KEBUN CALLINA NEGERI HIJAU CLUSTER LAMONGAN

 In Liputan

Calina Negeri Hijau

Lamongan Panen Raya Pepaya

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Bupati Lamongan Fadeli tidak bisa menyembunyikan ketakjubannya dengan keuletan petani Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, saat mengunjungi hamparan perkebunan pepaya Calina, Jumat (21/10/2016).

“Keuletan dan inovasi seperti ini yang harus terus didorong dan mendapat perhatian pemerintah daerah,” ungkapnya dalam panen raya pepaya Calina.

Bahkan, kepada sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyertainya di perintahkan mereka untuk memasukkan Perkebunan pepaya Calina dalam Program Gemerlap.

“Saya minta ini dimasukkan dalam Program Gemerlap, sehingga bisa menerima berbagai bantuan program pemberdayaan. Nanti bisa dibuatkan koperasi, diberikan pelatihan, atau diberikan unit pengolah pupuk organik,” pesan orang nomor satu di Lamongan.

Di sisi lain, CEO Negeri Hijau Imam Ma’arif, mengatakan, Kecamatan Sambeng, Lamongan sudah menjadi produsen terbesar ketiga di Jawa Timur dengan total kebun pepaya Calina seluas 15 hektar.

“Selama ini pepaya Calina dari Sambeng dia pasarkan hingga ke Tuban, Gresik dan Jakarta,” jelasnya.

Pepaya Calina itu menurutnya sangat cocok untuk lahan kering seperti di daerah Sambeng. Saat berusia 6 bulan 20 hari, pepaya Calina sudah bisa mulai dipanen, dan akan terus berbuah hingga berumur tiga tahun kemudian.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, dalam areal seluas 1 hektar, bisa ditanam hingga 1.520 batang pepaya Calina.

“Setiap hektar, petani bisa mendapat omzet Rp 18 juta per bulan. Jika faktor kegagalan panen bisa ditekan, beberapa petani bahkan bisa meraup Rp 20 juta per bulan dari setiap hektar kebun pepaya Calina,” tutupnya. (*)

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.