LIPUTAN SUKSES BUDIDAYA PEPAYA SUARABANYUURIP.COM, DI KEBUN CALLINA NEGERI HIJAU CLUSTER LAMONGAN

 In Liputan

Calina Negeri Hijau

MANISNYA BERKEBUN PEPAYA CALINA

gambar

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan- Budidaya Pepaya Calina cukup menjanjikan. Setiap hektarnya petani bisa meraup untung hingga Rp20 juta per bulannya.

Salah satu petani yang sudah merasakan hasil budidaya Pepaya Calina adalah Abdul Qohar. Warga Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, itu mulai mengeluti budidaya ini tiga tahun silam.

Budidaya Pepaya Calina dilakukan Abdul Qohar di lahan gersang nan tandus. Lahan tersebut secara turun temurun hanya bisa ditanami padi sekali, tembakau dan jagung. Namun siapa sangka lahan di ujung selatan Lamongan itu mampu memberikannya keuntungan berlimpah.

“Saat pertama kali menanam Pepaya Calina, saya dianggap gila. Namun waktu membuktikan, kini ada sumber pendapatan baru di luar padi, tembakau dan jagung, “ katanya mengawali cerita.

Kesuksesan Abdul Qohar membudidaya Pepaya Calina ini membuat petani lain tertarik. Mereka kemudian ramai-ramai menanam Papaya Calina di lahan persawahannya. Apalagi dengan adanya distributor buah-buahan, Negeri Hijau, mereka tidak perlu lagi memikirkan pemasarannya.

“Dulu, saat awal membentuk Kelompok Tani Godong Ijo Sejahtera, kami hanya memiliki 32 orang anggota dari Desa Candisari saja. Kini anggota kami sudah mencapai 112 orang yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Sambeng, “ ujar Abdul Qohar yang juga Ketua Poktan Godong Ijo Sejahtera tersebut.

“Setidaknya, kini petani memiliki pemasukan setiap minggunya. Karena Pepaya Calina ini bisa dipanen dua kali dalam seminggu, “ katanya menambahkan.

Bupati Fadeli saat mengunjungi hamparan perkebunan Pepaya Calina, Jumat (21/10/2016) lalu, tidak bisa menyembunyikan ketakjubannya dengan keuletan petani Lamongan. Kepada sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyertai, diperintahkan mereka untuk memasukkan Perkebunan Pepaya Calina dalam Program Gemerlap.

“Keuletan dan inovasi seperti ini yang harus terus didorong dan mendapat perhatian pemerintah daerah. Saya minta ini dimasukkan dalam Program Gemerlap sehingga bisa menerima berbagai bantuan program pemberdayaan. Nanti bisa dibuatkan koperasi, diberikan pelatihan, atau diberikan unit pengolah pupuk organik, “ pesan dia.

CEO Negeri Hijau, Imam Ma’arif menuuturkan,  saat ini total lahan kebun Pepaya Calina seluas 15 hektar di Kecamatan Sambeng. Wilayah ini telah menjadi produsen terbesar ketiga di Jawa Timur. Selain ke Lamongan, selama ini Pepaya Calina dari Sambeng dipasarkan hingga ke Tuban, Gresik dan Jakarta.

Pepaya Calina ini, lanjut Imam sangat cocok untuk lahan kering seperti di Sambeng. Saat berusia 6 bulan 20 hari, Pepaya Calina sudah bisa mulai dipanen,.Tanaman ini terus berbuah hingga berumur tiga tahun kemudian.

Karena Pepaya Calina dari Sambeng sudah memiliki merek dagang, pihaknya juga membina pemilik kebun untuk menjaga kualitas buah agar sama, meski ditanam ditanaman berbeda.

“Karena itu ada perlaukan yang berbeda untuk setiap jenis tanah. Sehingga kuailtas bua yang kami pasarkan selalu seragam, “ katanya menjelaskan.

Setiap lahan satu hektar bisa ditanam Pepaya Calina hingga 1.520 pohon. Setiap hektar, menurut Imam, petani bisa mendapat omzet Rp 18 juta perbulan. Pendapatan itu sudah dihitung dengan adanya faktor kegagalan.

“Jika faktor kegagalan panen bisa ditekan, beberapa petani bahkan bisa meraup Rp 20 juta perbulan dari setiap hektar kebun Pepaya Calina,” pungkas Imam.(tok)

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.